Polemik Proyek Irigasi Way Panas Dinas PU- PR Berikan SP 1 Kepada Pihak Pelaksana




Mediafakata.id,Pesawaran - Pihak Dinas PU PR Pesawaran merespon cepat adanya  Didugaan kualitas buruk dalam  pembangunan Proyek Rehabilitas Daerah Irigasi (DI) Way Panas berlokasi di Dusun IV Way Panas Desa Hanau Berak Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran.

Menurut kepala Dinas PU PR Pesawaran Zainal  Fikri melalui Kabaid Pengairan Sudiona menjelaskan bahwa pihakmya telah turun kelapangan merespon apa yang menjadi keluhan masyarakat terkait adanya dugaan buruknya kualitas bangunan yang ada di lokasi ini.


"Kami sudah turun kelokasi dan telah memerintahkan kepada pihak pelaksana untuk melakukan pembenahan,"kata Sudiono saat di mintai keterangan diruanganya, Selasa (23/08/2022).

Lebih lanjut Sudiona menjelaskan bahwa tim yang telah turun kelapangan untuk melakukan peninjauan  terdiri dari PPK, Pengawas dinas dan konsultan bersama dirinya ini mengaku telah menemukan bagian matrial yang di keluhkan masyarakat, namun sudiono beralasan matrila itu tidak di gunakan untuk banguan itu.

"Memang ada tumpukan matrial berupa batu bulat dilokasi, tapi berdasarkan keterangan pihak pekerja itu tidak di gunakan,"terangnya.

Namun lanjut Sudiono  pihaknya mengintruksikan jika banguan yang telah menggunakan matrial yang tidak sesuai  dengan spek ,maka bangunan itu di sarakan untuk di bongkar kembali.

"Kita telah sarankan kepada pelaksana lapangan untuk membongkar bangunan yang tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang ada,"jelasnya.

Ditambahakan oleh Sanca selaku PPK dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa tim sudah turun lapangan untuk melakukan peninjauan adanya keluhan tersebut.Dan juga pihak PU PR sudah memberikan Surat Peringatan 1 (SP 1) secara tertulis  kepada pihak pelaksana.

"Sudah saya tandatangai SP1 nya kemungkinan sudah sampai kepihak pelaksananya,"kata Sanca.

Saat disinggung andanya kegiatan yang belum menyeluruh di seleaaikan lataran adanya pekerjaan atau banguan yang terputus -pitus ?Sanca mengatakan bahwa pihaknya juga telah menyarankan agar pihak pelaksana melakukan penambahan pekerja dalam kegiatan itu.

"Kita juga telah menyarakan agar pekerja di tambah supaya hasinlnya maksimal ,"tegasnya.

Namun sayangnya saat di konfirmasi kepada Yandi dari  pihak CV. Baragalu Sentosa untuk meminta tanggapan terkait S 1 tersebut ,Yandi belum jawaban meskipun pihak watawan sudah mengkonfirmasi melalaui sambungan Whatsappnya.

Menanggapi dengan adanya respon dari pihak Dinas PU PR Pesawaran,  selaku masyarakat warga penerima manfaat dari bangunan irigasi Way panas/ Telu Hanau Berak berterimakasih kepada awak media yang mengawal pemberitaan ini.

"Terimakasih kami atas reaksi cepat PU PR Pesawaran, semoga kualitas bangunan ini menjadi baik sesuai RABnya, karena sesungguhnya bangunan ini sangat kami damba - dambakan puluhan tahun lalu, dan baru bisa direalisasikan tahun ini oleh Bupati,"kata salah satu warga yang enggan namanya di tulis ini.

"Dan kami sangat berterimakasih sekaligus tidak terima jika bangunan ini kualitasnya buruk, Kami akan awasi sampai bangunan ini selesai karena bangunan irigasi ini dibangun untuk hajat hidup orang banyak, bukan untuk satu dua orang oknum yang mencari keuntungan,"tegasnya.

Berita sebelumnya Dugan kualitas buruk dalam pembangunan proyek Rehabilitas Daerah Irigasi (DI) Way Panas dengan panjang 1.800 meter berlokasi di Dusun IV Way Panas Desa Hanau Berak,Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran disoal oleh warga setempat.

Hal ini berdasarkan informasi dari salah satu warga Desa Hanu Berak menjelaskan bahwa pada tahun 2022 di Desa ini ada salah satu proyek irigasi yang di programkan Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Perkerjaan Umum dan Tataruang  (PU PR) Pesawaran dengan nilai miliaran rupiah  bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).Namun sayangnya dalam pembangunan proyek  yang hampir 60 persen dibangun terkesan amburadul dengan kualitas buruk.

"Cobalihat sendiri mas untuk pengunaan matrial dalam proyek itu seperti matrial pasir yang di gunakan pihak kontraktor kualitasnya buruk karna bercampur dengan tanah,"ucap salah satu warga Desa Hanau Berak yang enggan namannya disebut, Sabtu (13/08/2022).

Dirinya juga menjelaskan selain pengguna matrial pasir yang bercampur tanah pihak kontraktor juga dalam pengunaan matrial seperti Batu yang di gunakan tidak sesuai karna bukan batu belah melainkan batu kali yang diambil dari  lokasi proyek ini.

"Memang dalam penggunaan matrial tidak semua memakai batu kali ada juga sebagian matrial yang menggunakan batu belah tapi itu juga di ambil dari matrial bangunan lama,"jelasnya.

"Nah parahnya lagi untuk adukan yang di gunakan oleh pihak pelaksana ini mengunakan adukan  1:4 artinya 1 kubik pasir 4 sak semen yang di gunakan, tentunya dengan hal itu tidak ada kekuatan dalam banguan ini ,"tambahnya.

Sementara itu berdasarkan hasil invertigasi wartawan mediafakta.id dilokasi proyek ini terlihat beberapa pekerja sedang melakukan pekerjaan ini terlihat juga ada tumpukan matrial berupa pasir dan batu di beberapa titik, seperti keberadaan matrial pasir memang ada perbedaan yang sangat mencolok dimana matril pasir ini diduga  bercampur dengan tanah.

Begitu juga dengan matrial Batu terlihat ada beberapa titik tumpukan batu kali  yang ada dilokasi ini, dan  juga terlihat beberapa pekerja sedang melakukan pembongkaran matrial batu pada bangunan lama  yang nantinyà akan di pasang kembali.

Selain itu juga terlihat ada beberapa pekerja yang sedang melakukan penalutan  bangunan yang berada disalah satu DAM namun tidak dilakukan penggalian terlebih dahulu hanya di pasanng tumpukan batu kali tampa di beri adukan sebagai penguat bangunan.

"Kalau proyek ini bukanya renopasi pak,ini sama saja bangun baru ,dan yang kerja disini semua warga Hanau Berak tidak mungkin hasilnya buruk ,"cetus salah satu perkerja kepada wartawan saat sedang mengambil dekomentasi.

Sementara itu berdasarkan pengakuan dari salah satu pekerja dalam proyek ini membenarkan bahwa pihak pelaksana dalam proyek ini telah  memerintahakan para pekerja untuk bahan adukan bangunan irigasi ini mengunakan 1:4.(satu kubik pasir 4 sak semen ).

"Kalau perintah pelaksananya  untuk 5 angkong (Wadah pasir) 1 Sak semen yang di gunakan, jadi takaranya untuk 5 angkong ini hanya 1/4 kubik pasir ,Nah kalau 20 Angkong ini sama saja 1 Kubikasi pasir makanya kalau untuk  satu kubik pasir 4 semen yang di gunakan ,"ujar salah satu pekeraja dilokasi ini.

Saat dikonfirmasi Yandi selaku dari pihak CV. Baragalu Sentosa  terkesan menepis bahawa tidak adanya keluhan masyarakat Hanau Berak terkait adanya proyek  Rehabiltas Daerah Irigasi (DI) latara pekerja dalam proyek ini merupakan orang -orang Desa Hanau Berak itu  sendiri.

"Sekilas info yang kerja / tenaga kerja masyarakat hanau berrak,"kata Yandi melalui sambungan Whatsappnya Sabtu (13/08/2022) malam.

Namun saat di konfirmasi lebih  detail  keluhan masyarakat tekait kualitas bangunan tersebut Yandi menyatakan bahwa pihaknya akan  melakukan pembenahan terkait adanya keluhan tersebut.

"Kami akan perbaiki yang menjadi keluhan,"singkatnya.

Diketahui dalam Proyek Rehabilitas Daerah Irigasi (DI) Way Panas milik Dinas PU - PR Pesawaran bersumber dari Dana Alokasi  Khusus (DAK) tahun 2022 dengan nilai kontrak Rp 1.899.952.00.00 dan selaku pelaksana dalam pekerjaan yakni CV. Baragalu Sentosa.(ydn).



Posting Komentar

0 Komentar