Fraksi PKS Lampung Usulkan Insentif Guru Terdampak Covid ke Sekda Lampung




MEDIAFAKTA.ID l LAMPUNG -- Setelah Fraksi PKS DPRD Provinsi Lampung melakukan Ngopi (Ngobrol Online urusan Publik) mengenai persoalan dampak Covid 19 terhadap operasional Pendidikan khususnya pada Sekolah swasta, Rabu (13/5). 

Acara ini dimotori oleh Wakil Ketua Fraksi PKS, Ade Utami Ibnu, bersama pengurus Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Provinsi Lampung melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah, Fahrizal Darminto. 

Wakil Ketua Fraksi PKS, Ade Utami Ibnu menyampaikan 3 hal kepada Sekertaris daerah Provinsi Lampung. Pertama bahwa banyak guru-guru di sekolah swasta maupun guru honorer terdampak Covid 19 secara langsung pada sisi Ekonomi.

 “Oleh karena itu perlu disiapkan anggaran untuk jaring pengaman sosial bagi segmen guru seperti ini, termasuk pentingnya paket sembako yang disiapkan oleh Satgas Covid 19 Provinsi Lampung. Insya Allah nama, beserta alamat dan nomor telefon telah disiapkan,” kata Sekretaris Umum DPW PKS Lampung, Jum'at (15/05/2020) 

Yang Kedua, Ade menjelaskan, bahwa guru-guru di sekolah swasta model honorariumnya berdasarkan jumlah jam mengajar. Sehingga  ditengah pandemic ini bentuk pembelajaran melalui online juga memberatkan karena ketergantungan akan kuota internet. 

“Jika di perkotaan yang akses internetnya memadai, tentu mudah saja, meski terdapat persoalan di biaya kuota internet,"jelas dia
Sementara di perdesaan yang akses internetnya sulit, menjadi tantangan bagi guru-guru tersebut, karena harus menyambangi satu persatu rumah siswa mereka.

 “Untuk itu di hadapan Pak Sekda, kami mengusulkan agar TAPD atau Tim Anggaran Pemerintah Daerah melakukan realokasi anggaran untuk menunjang kuota internet bagi guru swasta di perkotaan yang aksesnya memadai, dan realokasi anggaran insentif bagi guru swasta yang masih melakukan pengajaran door to door, “ ujar Anggota Badan Anggaran DPRD Lampung.

Terakhir, pada pertemuan tersebut, Ade Utami Ibnu juga mengatakan perihal masih banyaknya guru honorer yang belum menerima insentif,  yang nilainya 200 ribu perbulan dan dibayarkan setiap semester.

“Kami mendengar masih ada guru honor yang belum menerima hak mereka yakni insentif dari Provinsi pada tahun 2019. Tentu ini sangat membantu para guru honorer tersebut jika pada sekarang ini dapat ditunaikan,”Ujarnya

Menanggapi apa yang telah disampaikan Ade Utami Ibnu bersama pengurus PGSI Provinsi Lampung, Sekda Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, tampak begitu cepat mengeksekusi terutama kaitannya dalam paket sembako bagi guru honorer/ Swasta yang terdampak. 

“Tadi setelah Pak Sekda menelfon Biro Kesos, kemudian Biro Kesos langsung datang ke ruangan Pak Sekda, dan menerima data guru-guru swasta yang telah disiapkan oleh PGSI Provinsi Lampung,"ucapnya

Sementara terkait dengan realokasi anggaran untuk insentif kuota dan insentif bagi guru honorer / guru swasta yang masih door to door, serta insentif guru honorer yang belum terbayar di tahun 2019.

"Saya minta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung supaya dapat berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, untuk melakukan cek ulang dan pendataan," Tutup Sekda (Sugi)

Posting Komentar

0 Komentar