Pesawaran l Lampung - Dalam Pertemuan antara tokoh Marga Waylima dengan Pihak PTP N Regional 7 Waylima menjadi kemarahan. Pasalnya alih-alih menghadirkan Direksi untuk berhadapan langsung dengan Punyimbang Adat. Namun PTPN 1 Regional 7 Unit Usaha Way Lima justru staf bawahan alias kroco untuk menghadapi Tetua Adat. Sikap ini dinilai sebagai bentuk pelecehan terbuka terhadap Punyimbang Adat dan bukti bahwa manajemen dinilai pengecut dan tidak bertanggung jawab.
“Ini bukan sekedar salah prosedur. Ini penghinaan. Direksi bersembunyi, kroco dijadikan tameng,” kecam Perwakilan Pendamping adat Marga Way Lima.
Sikap Direksi ini, Perwakilan Adat yang enggan di sebutkan namanya menegaskan, sangat bertolak belakang dengan pernyataan mereka sebelumnya di beberapa media masa yang mengklaim akan menghormati dan menjunjung tinggi adat.
"Kenyataannya, saat tuntutan adat benar-benar datang dalam aksi damai yang digelar Direksi atau manager justru ngumpet, menghindar, dan diduga takut berhadapan dengan kekuatan masyarakat adat," Ucapnya, Senin (26/01/2026)
Ia menjelaskan,Saat Mediasi berlangsung sempat memanas dan nyaris meledak. Ketegangan sempat memuncak akibat sikap perusahaan yang dianggap tidak serius.
"Akhirnya, masyarakat adat memberikan ultimatum keras jika dalam 10 hari Direksi tidak turun tangan langsung dan tidak ada keputusan konkret, masyarakat adat memastikan akan melakukan aksi yang jauh lebih besar, termasuk menduduki dan menguasai kembali Tanah Ulayat Adat Marga Way Lima," Katanya
Sementara itu, perwakilan Pemuka Agung salah satu Punyimbang Adat Marga Way Lima menjelaskan, tanah tersebut bukan klaim kosong, Secara sejarah dan dokumen, tanah adat ini diperkuat dengan surat bersegel Belanda tahun 1940 tentang pengembalian tanah adat pasca disewa oleh pemerintah kolonial.
"Fakta ini menjadi tamparan keras bagi PTPN 1 Regional 7 Unit Usaha Way Lima yang dinilai terus mengabaikan sejarah dan hak adat. Kami tidak minta-mint, Kami menuntut hak. Ini tanah adat, bukan tanah rampasan. Kalau Direksi terus sembunyi, kami yang akan ambil kembali,” tegasnya ( Ali )

0 Komentar