Begini Tanggapan Usup Terkait Kronologis Dugaan Adanya Penganiayaan


Mediafakta.id,Pesawaran
- Pelaku dugaan intimidasi dan penganiayaan terhadap salah satu jurnalis Online Lintas Media di Marga Punduh angkat bicara terkait kronologi yang  terjadi pada Sabtu 02/12/2023 kisaran pukul 09:00 Wib beberapa waktu lalu.

Menurut Usup bahwa apa yang di katakan oleh Antoni (Korban ) terkait kronologi sebenarnya dalam pemberitaan di beberapa Media onlien hanyalah sepihak lataran telah menyudutkan dirinya, padahal yang terjadi bukan seperti itu.

"Itu kan hanya keterangan sepihak dari Antoni (Red) seolah- oleh saya yang salah dalam hal ini padahal saya dalam hal ini membela diri karna terancam ,"kata Usp saat di hubungi ,Rabu (06/12/2023).

Dirinya menjelaskan bahwa pada saat itu ia hendak menjemput anaknya sekolah namun lewat jalan belakang Desa.Pada waktu itu dirinya melewati Antoni setelah itu dirinya berhenti di Desa Sukajaya.

"Setalah saya berhenti tiba-tiba Antoni ini ada di samping saya dengan gaya khasnya dan bertanya ada apa dengan saya lalu dia menunjukan gelagat lain dengan mengakat tangan terpaksa saya pegang tanganya,"jelasnya.

Namun kata dia setelah adanya terjadi gesekan munculah salah satu warga bernam Alfandi langsung memisahkan kami berdua.

"Sebenarnya masalah itu akan saya selesaikan di tempat itu tapi karna saya masih bawak anak saya.Makanya saya putuskan untuk mengatar anak saya pulang terlebih dahulu dan akan kembali lagi kelokasi,"jelasnya.

"Nah,setelah saya kelokasi semula saya tidak menemukan lagi keberadaan Antoni lalu saya berinisiatif mendatangi kediamanya di Desa Maja untuk menayakan apa gerangan yang mengganjil di hati dia,"jelasnya.

Disinilah lanjut dia awal pertikayan yang terjadi setelah dirinya mengucapkan salam beberapa kali dan di jawab oleh Atoni mamun pintu rumahnya belum dibuka.

"Setelah pintu terbuka saya masuk disitu saya liat Antoni  masuk kamar setelah keluar kamar saya melihat di pinggangnya ada sebilah badik,lalu Antoni ini langsung memberi pukulan kearah saya.Karna merasa terancam saya tangkis dan saya pukul kembali sehingga dia terjatuh, setelah itu ada warga (Oki Saputra ) yang melerai dan merebut Badik tersebut dari tangan Antoni ,setelah itu saya tinggalkan,"terangnya.

Setelah beberapa hari lanjut dia dirinya mendapat info dari berita di media online bahwa dalam pemberitaan tersebut telah menyudutkan dirinya dan di katakan sebagai preman tetunya dalam hal sebutan preman ia tidak merasa seorang preman dan juga dalam pemberitaan tersebut dirinya telah di sudutkan lataran adanya keterangan sepihak.

"Didalam pemberitaan itu kesanya saya sebagi preman yang melakukan penganiayaan padahal saya hanya membela diri lataran saya terancam,"kata Usup.

Dan terkait adanya laporan ke-kepolisian tentunya sebagai warga Negara yang taat hukum Usup menyatakan siap untuk datang memenuhi panggilan pihak Polsek Padang Cermin dan siap memberi keternagan kronologis yang sebenarnya.

"Kapan saja saya siap memberikan keterangan dan tentunya saya akan menyerahkan bukti kepemilikan sejata tajam oleh Antoni ini kepihak kepolisian polsek padang Cermin,"ucapnya.

Dan dirinya juga menyatakan dengan adanya kejadian ini tentunya berharap sekali untuk menyelesaikan melalui  perdamain dengan cara kekeluargaan, Dan juga berharap kepada media agar kiranya jangan terlalu membesar besarkan berita yang sepihak.

"Saya ini punya jiwa sosial tinggi dengan kawan-kawan media juga banyak yang bermitra namun dengan adanya hal ini saya terkesan di pojokan,"sesalnya.

Diketahui penganiyayan ini di alamin oleh Antoni salah satu jurnalis media onlen Lintas media yang ini terjadi di kediamanya Desa Maja Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran pada Sabtu ,02/12/2023 kisaran pukul 09:00 Wib.

Menurut keterangan korban penganiayaan terhadap dirinya di lakukan oleh salah satu oknum preman berinisial (Usp) asal warga Desa Tajur  Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran dimana pada saat itu dirinya sedang hendak berangkat ke pamindangan untuk bertujuan silaturahmi ke tempat neneknya.

"Ya, awal penganiyaan ini terjadi waktu saya sedang mengendari motor, pelaku ini dari arah belakang sedikit ngegas motornya namun tidak saya pedulikan, dia jalan lurus saya ngikutin dari belakang karena memang saya mau ke rumah Alfandi teman saya di Desa Sukajaya dengan tujuan untuk ngajak dia main ke pemindangan,"kata Antoni kepada wartawan, Selasa (05/12/2023).

Lebih lanjut dirinya menjelasakan setelah sampe di Sukajaya di rumah Arfandi dirinya langsung menelpon  terlebih dahulu kawanya ini namun kawannya itu tidak bisa dihubungin.Namun pelaku ikut berhenti dan menghampiri dirinya kemudian bertanya kepada dirinya .

"Maksud kamu apa seperti tidak suka sama saya,"jelas Anton  menirukan pertanyaan pelaku.

Setelah itu lanjutnya,dirinya berbalik bertanya kepada pelaku "kebencian apakah kepada dirinya"? Namun pelaku ini terpancing emosi dan 
langsung nyekek dirinya namun di tangkis oleh Antoni.

"Nah,setelah saya tangkis pelaku ini langsung nempeleng saya lagi namun kembali saya tangkis, setelah itu barulah keluar teman saya si Alfandi dari rumahnya untuk memisahkan kami berdua, setelah itu saya langsung pulang kerumah ,"jelasnya lagi.

Namun kata Antoni rupanya pelaku ini tidak puas dengan adanya kejadian tersebut sehingga pelaku ini langsung mendatangi rumahnya di Desa Maja Kecamatan Marga Punduh.

"Usp ini datang kerumah saya dan tampa basa basi lagi  langsung mencengkram tangan saya dan meninju muka saya, saya berusaha menangkisnya namu saya terjatuh, namun pelaku ini  terus memukuli saya berkali kali hingga saya babak belur dan dirawat di Puskesmas ini ,"Kata Antoni.

Dengan adanya kejadian tersebut dirinya tidak terima sehingga dirinya langsung melaporkan penganiayaan yang di lakukan oleh oknum preman ini ke polsek Padang cermin dengan No Laporan (LP/B/59/XII/2023/SPKT/Posek Padang Cermin).

"Saya sudah melaporkan masalah ini dan saya minta kepada pihak Polsek Padang Cermin untuk minta keadilan agar pelaku di proses secara hukum,"harapnya.

Menanggapi laporan tersebut selaku Kapolsek Padang Cermin Iptu Apri Sampanuju mengatakn bahwa dirinya telah memerima laporan korban dan dirinya telah memgintruksikan bahwahnya untuk melakukan penyelidikan adanya masalah ini.

"Laporan ini sudah ada di meja saya,tentunya saya sudah perintakan anggota untuk melakukan pemeriksaan saksi -saki terkait kasus penganiayaan ini,"kata Kapolsek saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Iptu Apri Sampanuju juga mejelaskan bahwa sebagai pelayan masyarakat tentunya dirinya tidak akan tebang pilih untuk melakuakan tindakan, namun semua itu punya proses yang akan di lakukan.

"Tentunya kita akan segera tindaklanjuti masalah ini secepatnya karena kita tidak akan tebang pilih siapaun yang bersalah akan kita tindak ,"pungkasnya (ydn).

Posting Komentar

0 Komentar