Rakhmad Nafindra : Pancasila Sebagai Acuan Hidup Masyarakat di Tengah Eragelobalisasi saat ini


Mediafakta.id, Bandar Lampung -Pancasila merupakan dasar negara dan sejatinya pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan menjadi acuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Hal ini di ungkapkan oleh Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Rakhmad Nafindra saat menggelar sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang di laksanakan di Kulurahan Kopri Raya Kecamatan Sukarme ,Rabu (17/05/2023).

Menurutnya bahwa Pengamalan Pancasila diera globalisasi saat ini selain sebagai acuan kehidupan bermasyarakay juga bisa dijadikan filter budaya dengan banyaknya budaya asing ke negara Indonesia sehingga dapat melunturkan budaya lokal,

"Ya, jelas dalam butir -butir  pancasila sudah mencakup segala aspek kehidupan manusia ,"kata  Rakhmad Nafindra.

Rakhmad Nafindra menambahkan bahwa agenda PIP WK yang diadakan bertujuan  dalam rangka menghidupkan kembali ideologi negara pancasila yang memiliki peran penting sebagai filter budaya asing yang masuk ke negara indonesia.

"Tentunya diera globalisasi saat ini menjadi ancaman bagi bangsa,dengan banyaknya masuk budaya asing ke negara Indonesia dapat melunturkan budaya lokal,"ucapnya.

Sementara itu narasumber tokoh dari DPC PDI-Perjuangan yang juga mantan anggota DPRD Bandarlampung, Suheli menjelaskan, bahwa pemahaman tentang nilai pancasila sebagain pandangan hidup dan budaya bangsa, mengandung makna bahwa semua aktivitas kehidupan bangsa Indonesia sehari-hari harus sesuai dengan sila-sila dari Pancasila.

"Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, dikarenakan Pancasila merupakan kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri,"kata Suheli.

Ditambah narasumber lainya yakni Tunas Budi Lukito, bahwa pencetus lima dasar negara pancasila adalah Bung Karno pada saat sidang BPU-PKI pada 1 Juni 1945 Ir. Sukarno menyampaikan ide-ide tentang ideologi bangsa yakni Pancasila.

Diantara,konsep Ketuhanan artinya sila ini adalah wajib semua pengikutnya untuk berketuhan.Jadi jika ada warga negara tidak berketuhan artinya dia belum pancasila.

Selanjutnya, Konsep silakan kemanusiaan maknanya adalah seluruh manusia di Indonesia derajatnya sama, dari semua suku bangsa, adat budaya, agama dan lainnya, baik yang sehat dan cacat semua sama ada kesetaraan manusia.

Konsep persatuan Indonesia, jadi negara kita ini terdiri dari ribuan bahasa, budaya, pulau dan lainnya, merupakan satu kesatuan secara nasional disebut NKRI seluruh rakyat harus mengakui pemerintah yang sah tidak boleh memberontak.

Konsep Kerakyatan adalah untuk mengatur tentang di Indonesia yang berdaulat ada di tangan Rakyat yang berkuasa adalah rakyat, tetapi prosesnya dilakukan dengan sistem perwakilan makanya ada perwakilan rakyat di parlemen.

Sedangkan konsep ke-adilan sosial, lanjutnya negara menjamin seluruh warga negara untuk hidup sejahtera, dan negara memfasilitasi, contoh ada subsidi BBM yang dinikmati seluruh rakyat dan juga ada bantuan-bantuan serta pembangunan yang merata.,"tegasnya.

Ditambahkan oleh ketua DPC -PDIP Kota Bandar Lampung Wiyadi menegaskan bahwa agenda sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) bukan ajang kampanye partai politik (parpol) tapi acara ini adalah agenda DPRD yang merupakan bagian dari pemerintah Kota Bandar Lampung.

"Memang tahun 2023 ini bisa dikatakan tahun politik, supaya tidak ada kesimpangsiuran, bahwa acara ini murni agenda DPRD, DPRD turut andil dalam perencanaan, pembangunan dan DPRD ada tugas pengawasan dalam pembangunan kota," ujar dia.

Lebih lanjut Wiyadi juga  menerangkan, saat ini lampung sedang viral-viralnya khususnya kritikan soal pembangunan. Sebagai pemerintah wajib hukumnya menerima kritikan dari masyarakat, karena pembangunan asal keuangan dari  sektor pajak rakyat. 

"Dan juga ASN tidak bisa dipaksakan oleh oknum harus membela partai politik, dia harus bisa melawan karena sesuai dengan UU ASN harus netral dan tidak boleh terlibat politik praktis," pungkasnya.(ydn).

Posting Komentar

0 Komentar