Di Duga Tanda Tangan di Palsukan, Masyarakat Bayas Jaya Penuhi Panggilan Kejari



Pesawaran l Lampung -- Masyarakat Bayas Jaya, Kecamatan Way khilau kabupaten Pesawaran memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri setempat terkait dengan dugaan pemalsuan tanda tangan dan mencatut nama di surat tanda terima Marbot, Guru ngaji dan Penjaga malam yang menggunakan anggaran ADD dan DD sejak tahun 2020 lalu. 

Suhari merupakan salah satu marbot di Desa setempat, namun dirinya tidak pernah menerima isntif dan menanda tangani surat tanda Terima. 

"Kami datang ke Kejari ini dalam rangka memenuhi undangan. Saat kami masuk, saya di berikan pertanyaan apakah Marbot, dan saya jawab itu memang saya, tapi saya tidak pernah menerima insentif dan tanda tangan itu bukan tanda saya," Katanya, di halaman Kejari Pesawaran, Rabu (06/10/2021) 

Di lain sisi, Nurdin salah seorang yang ke seharian bekerja selaku petani ini juga nama dan tangan di Palsukan oleh Kepala Desanya. 

"Saya datang ke kejari ini Resmi di undang. Sewaktu di dalam ruangan saya membuat pernyataan, bahwa saya ini bukan Marbot dan guru ngaji. Nama dan tanda tangan saya tercantum padahal saya tidak pernah tanda tangan," Tutupnya (Red) 

Posting Komentar

0 Komentar